Padang: Mother Nature’s Wrath

My heart sank looking at the current landscape of Padang, West Sumatra, after being whacked by the earthquake. Leafing through the Star this morning made me cry. Award-winning photos coupled with heart-wrenching reports by intrepid journalist, Shahanaaz Habib, renewed my faith in journalism. 

Let’s put aside our differences to help our brothers and sisters in Padang. The port city of Padang is where Marah Rusli set the background of a doomed love story between Siti Nurbaya and Samsul Bahri  in his timeless novel, Siti Nurbaya (originally titled as Siti Noerbaja). 

Padang is a few hours away from the hilly land of Bukit Tinggi, where my paternal grandparents came from. Also the birth place of Pak Hamka – another great figure in Malay literature. 

Mercy Malaysia Humanitarian Fund: Maybank 5621-7950-4126 or CIMB 1424-000-6561053

A few years ago, my friends and I went shopping here *goose bumps*

(Photos stolen from the Star Online‘s photo gallery)

3 thoughts on “Padang: Mother Nature’s Wrath

  1. Salam Adil Fitri dear,

    Aku redha dan tidak gentar kiranya apa-apa bencana melanda diri ini,baik bencana alam mahupun bencana bikinan manusia walaupun kiranya ia mengambil nyawa ku sendiri tetapi apa yang aku paling gentar hingga menggigil tuboh kerdil ini ialah ‘Fithnah Dajjal’.

    Tidak ketahuan lagi aku akan haq dan bathil,benar atau salah bikinan manusia atau iblis.

    Awas.

  2. Ini waltunya memeriksa iman kembal, apakah benar Allah itu Rahmanurrohim atau hanya Sosok yang menyayangi Mesjid dan tidak menyayangi umat manusia!
    Di mana ada bencana, di sana mesjid diamankan, umat dibiekan celaka tanpa daya. Demikian juga warga dunia kelas-I. orang Arab, nyaris tidak berarti pertolongan mereka. Tetapi jika membangun mesjid-mesjid di seluruh Indon, lancarnya dana bukan main. Orang Arab juga tidak menyayangi umat yang seiman (ingat TKI-TKI yang jadi korban perkosaan dan siksaan di negeri Arab?)
    Sebaliknya umat yang ‘kafir’ justru yang pertama datang dalam setiap malapetaka, dan bantuan mereka sangat berarti.
    JANGAN-JANGAN yang disembah para kafirun itu Tuhan yang sungguh Rahman, sehingga umatNya menampilkan kasih-sayang yang berarti!
    Jangan-jangan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s